Skip to main content

Seriouslie.

Kita sama sama gila,  ketika di perhadapkan kembali dengan cinta di persimpangan jalan, sadar atau tidak intuisi dan pemikiran yang memainkan peran yang berlebihan.. Kelebihannya layaknya sesuatu yang nan mempesona menjelajahi alam bawah sadar logika, tak ada yang lebih falas dari pada asamara dan rasa hati yang berbunga bunga, sempat mengganggu tak akan jadi alasan untuk memindahkan akal sedikit ke kanan, karena ada yang lain pada haluan yang sama..

Selalunya bersahut sahutan menjadi alasan untuk saling sapa, lalu bertukar alamat, agar sempat bertamu!
Di depan rumahnya ada rasa yang tumbuh begitu hijau,  walau tak sehijau rumput tetangga..
Jangan hindari dan biarkan dia kembali merawat pekarangan rasanya, sebelum datang terlambat pada waktu melawat

Rasa itu seperti tanaman anti Oksidan yang baik bagi berkembangan hati,  melancarkan peredaran darah ke pedalaman syaraf tanpa takut menggigil...
Di tengah jalan niatnya berduka untuk sang penjaga rasa, tapi tak ada kekhawatiran.. Persetan dengan kematian,  reinkarnasi tumbuhan liar menuju taman bunga firdaus..

Jangan takut..  Tanam saja selama ia mau tumbuh,
 rawat saja,  selama ia ingin sehat,
jangan payungi,  ia pemberani melalui segala musim,
 jangan pangkas, ia panda menjalar, bagai asa.. Menjangkau semua rasa..

Senja

Comments

TERPOPULER

Dialektika Bodong Ala Mahasiswa Tingkat Akhir

Ramai riuh bincang hangat dengan beberapa gelas kopi plastik pagi itu menandai hari ini-beberapa jam kemudian mungkin akan seperti biasanya. Negara, moralitas, agama dan etika menjadi buah bibir bincang kala itu. Negara telah lalai, lepas tangan dan seolah-olah buta dalam banyak hal, seperti lembaga pendidikan yg saat ini ibarat pabrik-pabrik penghasil produk tenaga kerja yg tunduk pada konglomerasi kapitalis, negara melegalkan PTN-BH. Moralitas juga semakin jauh dari induknya, moral. Teknologi diklaim sebagai asbabun wujud tindakan amoral, ayah menghamili anak kandung, anak menikam ibunya, ibu membunuh rahim sampai cekcok tetangga yang akhirnya menjadi perkelahian massal antar kampung. Berbeda dengan agama yang hadir dalam kemasan baru, berbungkus penistaan, agama dijadikan alat untuk memfasilitas birahi kekuasaan seseorang, kelompok atau mungkin Tuhan. Padahal, Tuhan sama sekali tidak minta dan tidak butuh untuk dibela. Lalu etika menjadi alasan mengapa sebagian dari mereka memprakt…

Menilai Etika Akun Instagram Soal Paku

Menjadi manusia seutuhnya hari ini sangat mudah, hal ini dapat dilihat pada persoalan seberapa banyak kita memposting gambar dalam media sosial atau juga seberapa syahdu kita menulis moment di dinding-dinding media sosial. Pagi ini, seperti biasa rutinitas awal adalah menyalakan layar 6 inchi dan membuka beberapa akun yang terintegrasi dalam satu alamat email. Agak nyiyir memang ketika melihat sebuah meme dari salah satu akun Buzzer di Instagram “Sayangnya Malaikat Tidak Akan Bertanya Seberapa Hits Anda Dalam Media Sosial atau Seberapa Banyak Jumlah Love dan Followers Akun Instagram Anda” Tak lama kemudian, seorang kawan mengirimi pesan singkat melalui Whatsapp “Kanda, Akun Instagram Soal Pa** Memposting Fotoku tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Bagaimana ini Kanda? Dengan sedikit memperbaiki tata letak tubuh yang masih terbujur di atas kasur, saya membalasnya dengan cukup singkat, “Tunggu Kanda, bentar di kampus kita diskusikan”. Kampus siang itu telah ramai, di tempat biasa kami berk…

Pulanglah, Segera ! (2)

Pulanglah, segera!
Jejak yang kau buat sudah terlalu jauh,
Saat ini kemarau, jejakmu takkan bisa bertahan lama.
Pedulilah dengan dirimu! janganlah terlalu larut pada egomu, yang ingin membuat jejak pada setiap puncak yang kau tapak.

Pulanglah, Segera!
Gelap akan tak lama lagi bertamu pada semestamu,
Jingga senja akan meninggalkanmu tanpa sepatah kata permisi ataupun kata perpisahan.
Jangan buat dirimu kalang kabut apabila gelap datang, cahaya bulan dan gemerlap bintang tak akan sanggup memperjelas jejak-jejak yang kau buat di kala kemarau bernaung pada semestamu.

Pulanglah, Segera!
Kopi hitam yang kau seduh akan segera dingin dan perlahan habis disruput penikmat asamnya arabika disekitar teras rumahmu.
Nikmatilah kandungan keikhlasan yang hakiki dalam buah tanganmu sendiri, tanpa ada rasa bersalah sedikitpun karena meninggalkan jejak- jejak yang perlahan hilang terhapus butiran hujan, cepat atau lambat pasti terjadi.

Ingatlah!
Pelangi tak akan mengkhianati usaha hujan yang terus meng…