Skip to main content

Wasangka, dan keyakinan

Mungkin dia sudah tahu.
Tapi dia pura-pura tidak tahu
Kemarin sudah berniat mau beri tahu
Hanya saja terhambat oleh hati yang masih ragu

Mau mundur sudah terlanjur.
Ibarat busur yang sudah meluncur
Yang tak bisa lagi ditarik mundur
Walaupun nantinya akan layu bagaikan daun yang gugur

Memang perjuangan yang bodoh.
Dengan modal keyakinan diri untuk berjodoh
Seperti kemustahilan menghentikan lumpur lapindo
Yang menggenangi kabupaten sidoarjo.

Walaupun begitu, aku selalu sadar
Bahwa itu suatu hal yang wajar
dan sangat begitu mendasar
Dipermukaan bumi yang entahlah bulat atau datar

Dari sinilah ku mengambil pelajaran
Dengan menyadari inilah arti kehidupan
bila mana kau mau berusaha bukan cara yang instan
Akan tetapi berusaha dan berdo'a kepada tuhan

Tapi ku selalu percaya
Suatu saat nanti hatinya akan tergoyah
dengan penuh rasa percaya
Layaknya seorang umat kepada agama dan keagungan tuhanya.

Ujhe_polles

Comments

TERPOPULER

Pramoedya dan Feodalisme Pendidikan

Tulisan ini saya buat ketika pelajaran sosiologi, dan saya menulis catatan ini bukan tanpa alasan, mungkin tulisan ini adalah fase klimaks kegelisahan saya melihat kondusifitas sistem pendidikan disekitar kita. Seringkali saya bertanya kepada diri saya “Mengapa di era post feodalisme ini masih ada, guru yang marah membabi buta di depan kelas kepada siswanya yang melakukan kesalahan padahal hanya sebatas kesalahan kecil ? (bukankah dalam membangun karakter siswa harus mengedepankan nilai construction in education, bukan malah memberikan punishment yang berlebihan ?) . “apakah mau seorang guru ditegur murid ketika ia melakukan kesalahan?” , juga masih ada guru yang menjawab “Untuk saat ini anda belum saatnya tahu hal itu” ketika ada murid yang bertanya sesuatu yang terlalu expert jenis pertanyaannya (ya, saya mengerti memang mungkin belum saatnya atau bukan porsinya tapi apakah salah seorang guru paling tidak menjelaskan gambaran umumnya saja? ) Cerita paling ironis ketika ada seorang …

Berkaca Pada Simpanse Dalam Adventure Of My Lifetime

Hutan kala itu begitu tenang, bunyi-bunyi riuh gemericik air dan dedaunan yang tertiup angin menjadi satu dalam tawa interaksi sekelompok simpanse di bawah pohon. Situasi mulai menjadi sedikit berubah, ketika seekor simpanse menemukan satu alat yakni radiotape atau mini speaker. Dan video klip Adventure Of My Lifetime, salah satu judul lagu band Cold Play pun dimulai. Musik dan suara khas Chris Martin terdengar begitu harmoni, tapi mata ini tetap terfokus pada setiap gambar dalam video klip tersebut. Dalam memahami makna video klip, kita mesti mampu memisahkan lirik lagu, judul dan gambar. Karena seringkali bahasa gambar tidak bersinergi dengan lirik lagu dan untuk menghindari bias makna gambar, seharusnya memang lirik lagu tidak mengintervensi gambar. Dalam video klip Adventure Of My Lifetime, sekelompok simpanse setelah menemukan minispeaker, mereka kemudian bernyanyi, menari hingga bermain alat musik. Hal kedua yang dilihat adalah setting video klip yakni hutan. Untuk memahami makn…

Mungkin Hati Yang Bicara

Dalam diam, hati yang bicara.
Tak ada pergerakan dan semua terlihat berbeda, Berharap bibir berucap agar suara bisa mendominasi tawa ribuan serangga, Malam akan pergi kemudian berganti pagi, Duduk berdua tanpa ada kata, hati yang bicara. Kayu api unggun sedikit lagi akan menjadi bara , Binar mata saling tatap ragu, Sedikit malu tapi dalam hati berharap malam jangan dulu berlalu, Merah bara api pun mulai menjadi abu, Dingin ujung malam mulai menembus tulang, Cahaya rembulan yang memantul didanau mulai menghilang tertutup awan, Rintik hujan turun tak terdugamembasahi rerumputan, Suasana gelap mulai merubah keadaan, Dan gelappun menjadi awal dan akhir dari pembicaraan, Terlontar kata dari bibir indah nan menawan sang perempuan, “Ayo Kita Pulang...”