Skip to main content

Terasa Lucu.

Kenapa anda anda sekalian terus saja berlomba lomba mengamankan posisi yang tak setatis dan fleksibel itu,  membentuk aliansi kotak kotak dengan logo logo penuh makna..
Atas nama kesejahteraan berembuk mengangkat satu nama untuk di usung pada pesta demokrasi berikut nya,  apa yang akan anda lakukan dalam satu periode? Kemana pergi nya janji janji manis itu yang kalian tabur lewat ikatan sebangsa dan sedesa...
Dalam pemilihan umum berikut nya kita akan melihat wajah-wajah baru yang hanya akan menjadi limbah-limbah hasil ekstraksi masa-masa pemilih pemula  sebagai perwujudan demokrasi..
Pembangkangan moralitas dan penyebaran isu sara,  mengumpulkan masa sebanyak banyaknya untuk membangun dunia tanpa dosa dan omong kosong mengatas namakan agama, beretorika dengan lantang di depan ribuan jiwa agar setara dengan nabi dan rasul serta dewa..
Layaknya keledai yang tertutup matanya oleh penunggangnya..

Di kota ini, keterpurukan moral adalah kecerdasan dan gaya hidup,.. Moment moment yang tertata rapi dan di abadikan tanpa beberapa cetakan fisik nya, para pemburu popularitas di media sosial dengan beberapa apresiasi like dan coment seperti sebuah sandiwara semu dan ke palsuan diri..
Dan beberapa aparatur negara berlandas kan mengayomi yang mencoba membanyol tentang ketertiban dan ke amanan sering saja terlambat bangun untuk selalu berada pada gardu terdepan ketika senam aerobik di mulai...

Mending ngopi....


Senja

Comments

TERPOPULER

Ritual ‘Pelepasan’ Diri Ala Tantra Vapor

Dia tak nampak, namun keberadaannya tak dapat terabaikan. Seperti doa para pewaris kejayaan, selalu ada api di setiap teriakan perlawanan pada rezim. Mungkin terdengar parau, sedikit sesak dan tertatih hanya saja kepalan tangan tak dapat dikendurkan. Peradaban sedikit demi sedikit bergeser, dari tangan terbuka menengadah ke langit ala para sufi hingga tangan di atas para social worker penuh modus. Dari para khilafah yang ikhlas menyebar syiar agama hingga para ulama yang sibuk di belantara media layar kaca demi rating. Begitulah cara kerja zaman, mendekonstruksi tafsir-tafsir filosofis menjadi jawaban-jawaban remeh temeh, “iya, suka aja”.
Resah…? Jangan khawatir, karena dunia ini masih banyak memiliki orang-orang baik dan penuh makna dalam setiap geraknya. Mungkin mereka tak kasat mata karena kebulan asap dan wangi cream, tapi mereka ada di beberpa sudut kota sedang melakukan ritual-ritual kemanusiaan, bersenggama ala serat sentini dengan sedikit bumbu modernisasi di dalamnya. Dulu, s…

Laplace’s Demon: sang Iblis yang Deterministik

Tersebutlah nama sesosok iblis. Iblis itu dikenal sebagai Laplace’s Demon, satu sosok intelegensia yang dipostulatkan oleh Pierre Simon de Laplace. Laplace—seorang ahli matematika Perancis abad ke-18—menulis sebuah esai, Essai philosophique sur les probabilitéspada tahun 1814. Dalam esai itu, Laplace mempostulatkan adanya suatu sosok intelegensi yang memiliki pengetahuan tentang posisi, kecepatan, arah, dan kekuatan semua partikel di alam semesta pada satu waktu. Intelegensi ini sanggup memprediksi dengan satu formula saja seluruh masa depan maupun masa lampau. Laplace's Demon Linocut - History of Science, Imaginary Friend of Science Collection, Pierre-Simon Laplace, Mathematics Physics Daemon Space (https://www.etsy.com/listing/74889917/laplaces-demon-linocut-history-of)Laplace berpendapat, kondisi alam semesta saat ini merupakan efek dari kondisi sebelumnya, sekaligus merupakan penyebab kondisi berikutnya. Dengan begitu, jika kondisi alam semesta pada saat penciptaan dapat diketa…

Doa Tukang Seduh Kopi Dari Balik Mini Bar

Salam sejahtera kawan-kawan, dan semua kegetiran kalian ketika melihat polantas di perempatan lampu merah. Berbincang dari balik mini bar dengan seorang gadis, rasa-rasanya aku ingin menambah jaga siftnya saja sampai pagi, atau andai bisa aku bunuh saja matahari sehingga tak ada alasan untuk meninggalkannya di ujung gang. Uppzzz…cukup, karena inti dari tulisan ini bukan aku yang penuh harap dengannya melainkan ingin membedah fenomena tempat ini menjelang dini hari, ketika semua orang wajahnya begitu terang karena pantulan bias cahaya layar 6 hingga 14 inci. Dari balik mini bar ini, hanya kami berdua yang seutuhnya menjadi manusia dengan perbincangan hangat dan benar-benar ‘real’ sedang yang lainnya, sibuk dengan dunia virtualnya.
Fenomena ini mungkin seringkali kawan-kawan temukan di luar sana, ketika harapan begitu besar pada mereka yang mengaku teman, sahabat atau juga musuh kini terkalahkan oleh layar bersinar lalu kalian mulai merasa sendiri dan akhirnya mencoba untuk melampiaskan…