penipu khayalanku

"dahsyat!!!" Begitulah kira-kira teriakan dimalam minggumu.
Ketika kau ikut disuatu lembaga yang entah apalah namanya
Seketika itu rasa kecewa melanda sekejap mendengar kau terjerumus kedalamnya.
entah kau tidak tau, ataukah memang kau tertipu hingga tergiur.
Ingin rasanya memisahkanmu dari kelompok itu.
Apalah daya, pengetahuanku tak sejauh sampai disitu
Kekecewaanku memuncak setelah menyadari bahwa kesibukamu telah menjauhkanmu pada tanggung jawabmu.
Hay kamu, sang wanita dambaanku.
Tengoklah kebelakang seperti kau melihat dari depan kaca spion motor matic dikala kau memakai helm standarmu.
Dulu alarmku untuk menandai akan adanya sosokmu berpatokan pada kendaraan itu.
tapi sekarang bahkan jejak langkahmu tak lagi ku temui di sekelilng pergaulanku..
Kini tugasmu sudah jauh berbeda, memanfaatkan ketidak tahuan orang lain demi keuntungamu.
Hai kamu wanita dambaanku.
Apalah dayaku yang sudah tahu akan hal itu hingga tak mau mengikuti dibawah (kiri/kanan) bintang kecil keuntunganmu..

Ujhe_polles

Comments

Popular posts from this blog

Menilai Etika Akun Instagram Soal Paku

‘Menggunjingkan’ Tuhan Lewat Hagia

Membongkar Mitos Crows Zero