Posts

Tentang Bocah-bocah yang Sudah Tidur Malam Ini

Lahir ketika hari sudah bosan. Ingin tidur membenamkan diri pada semesta ruang.
Ketika ibumu menahun digerogoti perkara hati, kamu menyesal belum punya gigi untuk balas mencabik.
Mengunyah hingga lumat.

Sakit itu bernama klise—sesuatu yang tak pernah ditemukan dalam kikikmu.

Baru mau tidur setelah hangat. Suka sekali berlomba dengan hari yang mudah bosan.
Ketika ibumu menahun batuk-batuk tersedak gosip tetangga, kamu menyesal masih suka tidur; belum bisa lari ke jalan.
Pura-pura jadi bukan anak siapa-siapa.

Sakit itu bernama klise—sesuatu yang tak pernah ditemukan dalam tetes liurmu.

Tiap dimandikan, tempias auramu datang dari bak plastik. Mengisi makna ruang-ruang.
Bahkan aroma top to toe wash yang sadis tak menyamarkannya.

AA 12/12/16

Seriouslie.

Kita sama sama gila,  ketika di perhadapkan kembali dengan cinta di persimpangan jalan, sadar atau tidak intuisi dan pemikiran yang memainkan peran yang berlebihan.. Kelebihannya layaknya sesuatu yang nan mempesona menjelajahi alam bawah sadar logika, tak ada yang lebih falas dari pada asamara dan rasa hati yang berbunga bunga, sempat mengganggu tak akan jadi alasan untuk memindahkan akal sedikit ke kanan, karena ada yang lain pada haluan yang sama..

Selalunya bersahut sahutan menjadi alasan untuk saling sapa, lalu bertukar alamat, agar sempat bertamu!
Di depan rumahnya ada rasa yang tumbuh begitu hijau,  walau tak sehijau rumput tetangga..
Jangan hindari dan biarkan dia kembali merawat pekarangan rasanya, sebelum datang terlambat pada waktu melawat

Rasa itu seperti tanaman anti Oksidan yang baik bagi berkembangan hati,  melancarkan peredaran darah ke pedalaman syaraf tanpa takut menggigil...
Di tengah jalan niatnya berduka untuk sang penjaga rasa, tapi tak ada kekhawatiran.. Persetan…

X-Press Your Passion Dan Rindu Yang Tak Pernah Tuntas

Image
Hari ini seorang kawan terlihat begitu lelah rautnya, tubuhnya terlihat getir dan bicaranya tak seperti biasanya, ia lebih banyak diam. Setelah menghabiskan kopi tarik kesukaannya, buah dari seorang barista berhijab dia kemudian meminta maaf tak  bisa menyambut pagi bersama, ia pamit. Katanya, ada agenda penting besok di tempat kerjanya, untuk itu dia  butuh istrahat yang cukup.  
Seringkali memang tempat kerja mengambil banyak quality time kita, tuntutan sebuah legalitas profesionalisme, tapi bagi kawan yang satu ini tempatnya bekerja lebih dari sekedar pemenuhan identitas masyarakat modern, melainkan proses pembelajaran mengenai makna hidup yang lebih mendalam, menjadi manusia seutuhnya. Bekerja di tempat ini bukan sekedar urusan cuan, cuan dan cuan…melainkan ada banyak kesenangan di dalamnya, yang mungkin tak dapat terbayarkan oleh cuan berapa pun. Ada pembelajaran mengenai bentuk kesabaran ketika dikecewakan oleh rekan sejawat, ada pembelajaran mengenai saling menghargai ketika ser…

Doa Tukang Seduh Kopi Dari Balik Mini Bar

Image
Salam sejahtera kawan-kawan, dan semua kegetiran kalian ketika melihat polantas di perempatan lampu merah. Berbincang dari balik mini bar dengan seorang gadis, rasa-rasanya aku ingin menambah jaga siftnya saja sampai pagi, atau andai bisa aku bunuh saja matahari sehingga tak ada alasan untuk meninggalkannya di ujung gang. Uppzzz…cukup, karena inti dari tulisan ini bukan aku yang penuh harap dengannya melainkan ingin membedah fenomena tempat ini menjelang dini hari, ketika semua orang wajahnya begitu terang karena pantulan bias cahaya layar 6 hingga 14 inci. Dari balik mini bar ini, hanya kami berdua yang seutuhnya menjadi manusia dengan perbincangan hangat dan benar-benar ‘real’ sedang yang lainnya, sibuk dengan dunia virtualnya.
Fenomena ini mungkin seringkali kawan-kawan temukan di luar sana, ketika harapan begitu besar pada mereka yang mengaku teman, sahabat atau juga musuh kini terkalahkan oleh layar bersinar lalu kalian mulai merasa sendiri dan akhirnya mencoba untuk melampiaskan…

Ritual ‘Pelepasan’ Diri Ala Tantra Vapor

Image
Dia tak nampak, namun keberadaannya tak dapat terabaikan. Seperti doa para pewaris kejayaan, selalu ada api di setiap teriakan perlawanan pada rezim. Mungkin terdengar parau, sedikit sesak dan tertatih hanya saja kepalan tangan tak dapat dikendurkan. Peradaban sedikit demi sedikit bergeser, dari tangan terbuka menengadah ke langit ala para sufi hingga tangan di atas para social worker penuh modus. Dari para khilafah yang ikhlas menyebar syiar agama hingga para ulama yang sibuk di belantara media layar kaca demi rating. Begitulah cara kerja zaman, mendekonstruksi tafsir-tafsir filosofis menjadi jawaban-jawaban remeh temeh, “iya, suka aja”.
Resah…? Jangan khawatir, karena dunia ini masih banyak memiliki orang-orang baik dan penuh makna dalam setiap geraknya. Mungkin mereka tak kasat mata karena kebulan asap dan wangi cream, tapi mereka ada di beberpa sudut kota sedang melakukan ritual-ritual kemanusiaan, bersenggama ala serat sentini dengan sedikit bumbu modernisasi di dalamnya. Dulu, s…

Berhentilah sampai disitu.

Benci itu noda darah paling haram
Darinya muncul dendam kesumat
Hingga kematian datang pada tanah perut bumi tak ada kata maaf
Pengampunan milik nya karena kasih semua manusia itu yang empunya
Kesalahan bukanlah yang pertama dari dosa, bukan juga cela
Lalu siapa itu sempurna tanpa salah, kemanakah menjauh kesabaran kasih lemah lembut itu?
Maka ada baiknya redam ke egoisan dan terima lah argumentasi dimensi nya

Terimalah apa yang seharusnya kau terima darinya dan manusia lainnya, karena ada lagi kebaikan disana demi kesempurnaan..
Jangan kau paksa aku tertarik kepada kesedihan atas nama kematian,  terbunuh tidak semudah itu.
Jangan menampilkan derai karena memaksa kehendak sebagai sesuatu yang harus kau rampas,  jangan menampakan tubuh jika hanya ingin bertanya dan aku tak punya jawabannya.

Segalanya lebih cepat dari pada hitungan jam pasir,  terbanglah menjauh dari tersangka ini pada kasus yang tak ada habisnya karena semuanya sudah selesai..
Seperti malam malam biasanya dimana bintan…

‘Menggunjingkan’ Tuhan Lewat Hagia

Image
Dan seketika saja, keriuhan tanpa komando sekelompok muda penuh bara melantun bersama vokal Iga…“Sempurna yang kau pujaDan ayat-ayat yang kau bacaTak kurasa berbedaKita bebas untuk percaya”. Sepenggal lirik Barasuara yang berjudul Hagia berhasil membawa kebersamaan, bagai kelompok Penta Costa pada sekolah minggu, sekelompok muda penuh bara larut di dalamnya. Bagi mereka, musik adalah perubahan dan tanpa musik perubahan akan terasa hambar. Begitu juga dengan sang Sufi, Nietzsche yang mengatakan bahwa, “Without music, life would be a mistake.” Ya, tanpa musik hidup hanyalah kekeliruan, bahkan kering. Melalui musik kita bisa dibuat bersemangat dan berbahagia, bahkan melankolia akan masa lalu yang indah. Tidak hanya sebagai hiburan, musik juga bisa dijadikan media perlawanan terhadap ketidakadilan politik dan melalui lirik-liriknya, kita dapat melek oleh kondisi sosial-politik-budaya. Dan Barasuara, begitu seksi melakukannya melalui lirik lagu Hagia. Dalam pandangan etimologi, Hagia, be…